Pages

Banner 468 x 60px

 

Minggu, 11 Februari 2018

BAGAIMANA CARA MENCIPTAKAN NEGARA KONFLIK DAN PERANG SAUDARA?

0 komentar


Untuk menciptakan negara konflik ada beberapa langkah:

1. Menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan kinerjanya. Ketidakpercayaan beda dengan kritik. Kritik itu ada niat untuk memperbaiki pemerintahan. Kalau ketidakpercayaan itu artinya yang dilakukan pemerintah semuanya buruk.

2. Menciptakan gesekan politik horisontal di tengah masyarakat, dengan membuat kubu-kubu politik di tengah masyarakat lalu digesekkan satu sama lain. Hembuskan isu-isu skandal politik meskipun itu adalah berita bohong (hoax).

3. Menciptakan intoleransi umat satu agama. Misalnya membuat perselisihan internal Islam dengan mengadu domba NU dan Muhammadiyah.

4. Menciptakan intoleransi antar umat beragama, dengan cara menanamkan pandangan bahwa umat agama lain itu buruk, najis, dan merupakan musuh yang mengancam agama sendiri. Masalah ini sebenarnya bukan masalah benar-salah. Masalah ini sebenarnya hanya soal bagaimana caranya antar-umat beragama itu saling membenci, saling memusuhi, saling menyerang, dan saling menghantam.

5. Jika sudah begini, tinggal hembuskan satu isu kasus yang "daya ledaknya" tinggi. Satu saja isu itu dihembuskan, maka sempurnalah jalan menuju negara konflik yang berperang saudara. Contoh misal di Irak dihembuskan isu pembantai kaum Kurdi oleh Saddam Hussein. Di Suriah isu Syiah-Sunni. Di Afghanistan isu pemerintah thoghut pro-kafir. Di Libya isu kediktatoran Qadhafi. Begitu juga di negara-negara Afrika dan lain-lain.

6. Saat sudah terjadi gesekan, langkah selanjutnya adalah drop senjata. Senjata mahal? Ya mahal, tapi banyak sponsor yang mau menggelotorkan milyaran Dollar untuk mendanai perang saudara demi kepentingan perut mereka. Jadi santai saja. Perusahaan besar di dunia siap untuk "berjudi" senjata di wilayah negara-negara konflik.

7. Akhirnya negara hancur. Infrastruktur hancur. Ekonomi hancur. Kehidupan pun lenyap dari negara tersebut.

*Bagaimana solusinya?* Saya tidak tahu. Karena semua negara yang sedang mengalami hal tersebut hingga hari ini mereka masih perang.

*Yang bisa kita lakukan adalah MENCEGAH sebelum terjadi.*

Anda mau Indonesia seperti itu? Silakan lakukan tujuh langkah tersebut, Insya Allah manjur. Kenapa? Karena sudah terbukti mujarab di banyak negara dengan berbagai kultur.

Tapi jika anda *TIDAK INGIN* itu terjadi di Indonesia maka lakukan langkah-langkah kebalikan dari 7 poin di atas:

1. Bangun kepercayaan kepada pemerintah, dan berikan kesempatan mereka bekerja, siapa pun yang memimpin dari mana pun partainya. Awasi mereka agar tidak korupsi. Kritik mereka dengan sopan dan santun. Usahakan kritik melalui jalur ilmiah dan produktif.

2. Berdewasalah dalam dunia politik. Politik sebenarnya adalah akibat dari pergaulan manusia yang kompleks. Politik lahir dari kebutuhan manusia satu sama lain. Maka jika kita paham semua hal ini, maka kita bisa bersikap dewasa dalam berpolitik.

3. Pahamilah keanekaragaman madzhab dan pendapat dalam internal agama masing-masing. Lalu pahami bahwa setiap madzhab itu sebenarnya bersumber dari satu sumber yang sama yaitu kitab suci.

4. Bangun persaudaraan antar umat beragama atas nama kemanusiaan. Jika kita tidak bisa menerima keyakinan agama orang lain, maka setidaknya kita menerima mereka karena kita sama-sama manusia. Sama-sama menghirup udara yang sama di planet ini. Dan sama-sama meminum air yang sama dari bumi yang sama.

5. Hindari isu, hoax, desas-desus, dan fitnah. Yakinlah menyebarkan dan menerima berita bohong itu adalah salah, dalam Islam bahkan berdosa dan melanggar ajaran Al-Qur'an.

6. Waspadai kepentingan ekonomi yang orientasinya murni kepentingan uang. Biasanya mereka siap mendanai apa saja yang menguntungkan kepetingan ekonomi mereka.

7. Berdoalah menurut keyakinan masing-masing kepada Tuhan, agar menjauhkan Indonesia dari kehancuran perang saudara.

*Salam Perdamaian!*
*polressanggaubersinar*
*salam 4S
Speed☝
Smart👌
Solid✊
Strong💪
Read more...

Satu Kompi Pasukan Amankan Penetapan Calon Bupati Dan Wakil Bupati

0 komentar
Caption Foto: Kapolres AKBP. Rachmat Kurniawan.


SANGGAU - Polisi Resor (Polres) Kabupaten Sanggau mengerahkan satu kompi personel dalam rangka mengamankan penetapan calan bupati dan wakil bupati setempat yang akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantornya, Senin tanggal 12 Februari (besok).
“Kami terjunkan satu kompi pasukan dibantu TNI,” kata Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan, Minggu (11/02/2018).

Untuk cipta kondisi jelang penetapan, Kapolres telah memerintahkan anggotanya hingga di Polsek - Polsek untuk mengintensifkan patroli.
"Patroli cipta kondisi tetap kita lakukan sebelum moment Pilkada, hanya saja saat ini lebih kita intensifkan," kata Kapolres.

Kapolres mengingatkan tidak adanya mobilisasi massa yang berlebihan. Karena dikhawatirkan dapat memicu hal -hal yang tidak diinginkan. Kepada masing - masing pasangan Calon diminta mematuhi aturan KPU yang telah disepakati, khususnya terkait jumlah masa yang hadir besok.
"Kesepakatan yang kita buat bersama itukan masing - masing tim membawa 20 orang ditambah bakal pasangan calon, sebaiknya jangan lebih dari itu," harapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih menyampaikan tidak ada persiapan khusus pada acara penetapan besok. Berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani timses dengan KPU, Panwaslu dan pemerintah daerah serta perwakilan media beberapa waktu lalu disepakati bahwa penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 akan dilaksanakan di ruang rapat KPU Sanggau pada hari Senin tanggal 12 Februari 2818 pukul 14.00 Wib. Untuk peserta yaitu dua orang pasangan calon ditambah 20 orang tim pasangan calon dan undangan lainnya.

Sementara untuk pengundian nomor urut, lanjutnya, akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Februari 2018 pukul 14.00 Wib di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Sanggau. Untuk undangan yaitu dua orang pasangan calon, 200 orang dari masing - masing tim pasangan calon dan 100 orang dari masyarakat dan undangan lainnya.

Sekundus menambahkan, untuk kampanye deklarasi damai akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 18 Februari 2018 pukul 14.00 Wib dengan jumlah peserta dua orang pasangan calon ditambah 200 orang dari masing - masing pasangan calon dan 100 orang dari masyarakat. Acara deklarasi kampanye damai tersebut disi dengan pembacaan dan penandatangan deklarasi kampanye damai yang dilanjutkan dengan doa bersama oleh lima tokoh agama berbeda dan ditutup dengan pawai bersama.
"Para peserta diminta menggunakan pakaian daerah masing - masing," pesannya.
Read more...

Sabtu, 10 Februari 2018

NETRALITAS POLRI DALAM MENYAMBUT PESTA DEMOKRASI PEMILU & PILKADA 2018/2019

0 komentar

Pengertian NETRALITAS :

Netralitas berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti suatu keadaan dan sikap netral (tidak memihak, bebas)

NETRALITAS POLRI

Didalam pelaksanaan pengamanan pemilihan umum & pemilihan umum kepala daerah yang akan segera berlangsung *WAJIB* bersikap netral dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik Praktis sebagai anggota POLRI, maka dari itu seluruh anggota POLRI *WAJIB* mempedomani sikap netralitas antara lain sbb:

1. Anggota Polri dilarang *mendeklarasikan diri* sebagai bakal calon kepala / wakil kepala daerah / Caleg.

2. Dilarang *menerima / meminta / mendistribusikan janji, hadiah, sumbangan atau bantuan dalam bentuk apapun* dari pihak Parpol, Paslon dan Tim Sukses pada kegiatan Pemilu / Pemilukada.

3. Dilarang *menggunakan / memasang / menyuruh orang lain untuk memasang atribut2*  yang bertuliskan / bergambar PARPOL, CALEG, dan PASLON.

4. Dilarang *menghadiri, menjadi pembicara / narasumber*  pada kegiatan deklarasi, rapat, kampanye, pertemuan partai politik kecuali didalam melaksanakan pengamanan yang berdasarkan surat perintah tugas.

5. Dilarang *mempromosikan, menanggapi dan menyebarluaskan* gambar / foto bakal pasangan calon kepala / wakil kepala daerah baik melalui media massa, media online dan media sosial.

6. Dilarang *melakukan foto bersama* dengan bakal pasangan calon kepala / wakil kepala daerah / Caleg.

7. Dilarang *memberikan dukungan politik dan keberpihakkan dalam bentuk apapun* kepada calon kepala / wakil kepala daerah / Caleg / Tim Sukses.

Yang *WAJIB* dilaksanakan adalah memberikan *pengamanan pada rangkaian kegiatan* Pemilu / Pemilukada.

8. Dilarang *menjadi pengurus / anggota tim sukses* Paslon / Caleg didalam Pemilu / Pemilukada.

9. Dilarang *menggunakan kewenangan atau membuat keputusan dan/atau tindakan yg dapat menguntungkan / merugikan kepentingan politik Parpol maupun Paslon / Caleg* didalam kegiatan Pemilu / Pemilukada.

10. Dilarang *memberikan fasilitas2 dinas maupun pribadi* guna kepentingan Parpol, Caleg, Paslon Pilkada, Tim Suksesp dan Paslon Pres / Wapres pada masa kampanye.

11. Dilarang *melakukan kampanye hitam (Black Campain)*
terhadap paslon serta dilarang menganjurkan untuk menjadi golput.

12. Dilarang *memberikan informasi kepada siapapun terkait dengan hasil penghitungan suara* pada kegiatan pemungutan suara Pemilu / Pemilukada.

13. Dilarang *menjadi Panitia Umum Pemilu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawasan Pemilu (PANWASLU)*
serta turut campur tangan didalam menentukan dan menetapkan peserta Pemilu.

Demikian pedoman sikap netralitas anggota Polri untuk dipedomani dan dilaksanakan.

A.n. Kapolri.
Kadiv Propam Polri.
Read more...

Kamis, 08 Februari 2018

Luar Biasa, Animo Pelajar Sekayam ikuti Bimbingan Rekruitmen Anggota Polri

0 komentar
Polda Kalbar - Polres Sanggau, Jumat ( 9/2 ) di mulai 07.00 wib Polsek Sekayam memberikan bimbingan Tes Rekruitmen Anggota Polri Tahun 2018 bertempat di Lapangan Komando Dsn Balai karangan I Desa Balai karangan Kec.Sekayam Kab Sanggau.


Kegiatan bimbingan ini sendiri di ikuti sebanyak 40 Peserta terdiri dari 25 orang Laki-Laki dan 15 Orang Perempuan yang berasal dari siswa/siswi SMA yang ada di Kec.Sekayam, kegiatan ini sendiri meliputi Lari 12 menit, Push Up, Sit Up, Shuttle run, dan Pull Up.



Saat di temui Kapolsek Sekayam mengatakan Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan Motivasi serta semangat kepada siswa/siswi untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri, lulusan Secapa Polri Tahun 2007 itu juga menyampaikan "Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya dan di selenggarakan oleh Polsek Sekayam secara periodik karena melihat animo para Pelajar Kec Sekayam yang sangat tinggi".


Salah satu peserta yang berasal dari SMA N 2 Sekayam menuturkan "Sangat berterima kasih kepada Polsek Sekayam karna sudah memberikan bimbingan sehingga memiliki gambaran untuk mengikuti Rekruitmen Anggota Polri di Tahun 2018".


Kegiatan ini sendiri selesai pada Pukul 10.00 wib dan berjalan dengan tertib dan lancar.

Read more...

Rabu, 07 Februari 2018

INGAT, Kalbar Harus Tetap Aman Agar Pilkada 2018 Lancar, Mari Kita Hindari Berita Hoax dan Jangan Mudah Terpancing Isu Sara

0 komentar


Read more...

Saya Disini Karena Saya Pernah Seperti Mereka

0 komentar
Sanggau, Pelaksanaan Ikrar kebersamaan sudah sukses dilaksanakan dengan menghadirkan berbagai macam element masyarakat kota sanggau, serta berbagai tanggapan pun terucap dari mulut kemulut, namun taukah dibalik semua itu ada pelajaran yang dapat kita petik dari setiap moment yang ditangkap, pada Sabtu, 06/02/18
Diatas mimbar pembacaan ikrar tampak Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan, Sh, S.ik, MM yang berdiri dengan setia memperhatikan Pemain Marching Band SMU 1, 2 dan Aliyah ini, permainan marching Band tersebut diperhatikan dengan seksama dan tampak sesekali ikut memberikan semangat dengan memberikan aba aba, sehingga panas terik yang membakar anak anak remaja ditengah lapangan ini menjadi terbakar semangatnya dan dengan ceria sampai akhir mempermainkan atraksi marching band nya.

Ketika kami mendekati dan bertanya kepada bapak Kapolres Sanggau yang murah senyum ini menjawab “saya dulu pernah seperti mereka bermain drumband, dan saya tahu rasanya ketika pada saat semua sudah bubar dan mereka menjadi penutup acara dan tidak diperhatikan oleh penonton lagi, maka dari itulah saya turun kelapangan untuk berikan semangat dan sekaligus memberitahu bahwa saya masih disini, masih setia memperhatikan mereka” ucapnya.



Banyaknya para personil yang hadir pada saat itu hanya diawal saja setelah selesai acara semuanya sudah pada bubar dan panitia juga sudah sibuk persiapan pembersihan sehingga kurang memperhatikan mereka, namun anak anak masih semangat.

Dapat kita ambil dari hikmah semua ini bahwa inilah salah satu bentuk contoh toleransi dan saling menghargai dan tidak memandang siapa dia, disudut lain juga dapat kita lihat banyaknya tim suskses acara yang bekerja tak kenal lelah yang patut diacungi jempol yang bermain dibelakang layar, dan Kapolres juga mengucapkan banyak terima kasih terhadap seluruh panitia penyelenggara yang sudah bekerja siang dan malam tak kenal lelah, dan inilah wujud 4S (speed, Smart, Solid dan Strong).



Read more...

Minggu, 04 Februari 2018

Puisi di Apel Gebyar Bhineka Tunggal Ika itu Karya Kapolres Sanggau Loh

0 komentar


Sanggau : Lantunan Puisi kebhinekaan menggema di Gelora Pancasila, Kota Sanggau saat apel Gebyar Bhineka Tunggal Ika yang diikuti ribuan warga Kabupaten Sanggau, Sabtu (3/2/2018).

Usut punya usut, puisi yang berisi seruan Sanggau Bersatu itu buah karya Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan. Alumni MAN 1 Banyuwangi, Jawa Timur ini menceritakan ihwal pembuatan puisi yang dibuatnya dalam waktu satu jam itu.

"Dadakan bikinnya. Jadi anggota saya suruh buat puisi, tapi sampai hari Jumat siang ternyata belum jadi. Untung dulu saya pernah ikut teater Narwastu waktu sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyuwangi dan pernah nulis puisi," ucap AKBP Rachmat Kurniawan, Minggu (4/2/2018).

"Bahkan dulu pernah jadi satu buku puisi. Seingat saya, saya beri judul Antologi Puisi 'Trisula Dalam Genggaman', tapi saya pernah cari nggak ketemu lagi. Puisi Kebhinekaan Sanggau Bersatu itu puisi dalam kondisi mendesak, ternyata intuisinya masih jalan," sambungnya.

Puisi yang kental dengan pesan persatuan itu diberi judul Kebhinekaan Sanggau Bersatu. Begini puisinya.

MERAH DARAHKU, MERAH DARAHMU, MERAH DARAH KITA
KITA DILAHIRKAN DARI TANAH YANG SAMA
DIBESARKAN DARI AIR YANG SAMA
DISATUKAN  DARI PERJALANAN PERJUANGAN YANG SAMA

PUTIH TULANGMU, PUTIH TULANGKU, PUTIH TULANG KITA
MEMPERSATUKAN SEMUA PERBEDAAN DALAM HARMONI KEHIDUPAN

ENGKAU TAHU WAHAI SAUDARAKU
MERAH ITU SEMANGATKU,
DAN PUTIH ITU DAMAIKU,
BERBAUR DALAM SANUBARIKU

ENGKAU TAHU WAHAI SAUDARAKU
DEBAR JANTUNGKU DAN GETAR NADIKU INI
BERBAUR DALAM KIBARAN SANG MERAH PUTIH 

ENGKAU TAHU WAHAI SANG GARUDA
BIARPUN BUMI BERGUNCANG
BIARPUN MATAHARI TERBIT DARI BARAT
INDONESIA TETAP IBU PERTIWIKU

WAHAI KAU YANG DISANA
YANG MENATAP DENGAN MATA NANAR
TAKKAN KU BIARKAN KEBERAGAMAN INI KAU CERAIKAN
TAK KAN KU BIARKAN  KEDAMAIAAN INI KAU BERAIKAN

TAK SEBILAH PEDANG YANG TAJAM DAPAT PALINGKAN DAKU DARIMU
RAWE RAWE RANTAS, MALANG-MALANG TUNTAS
BUMI DARANANTE SANGGAU BERSATU TANPA BATAS. 



Read more...

Kamis, 01 Februari 2018

AYO MASYARAKAT KABUPATEN SANGGAU, HADIRI IKRAR KEBHINEKAAN

0 komentar
Mari berpartisipasi dan mensukseskan persatuan dalam keberagaman dengan menghadiri acara *GEBYAR IKRAR BHINEKA TUNGGAL IKA SANGGAU BERSATU*
Pada hari sabtu tanggal 03/02/2018 jam 14.00 wib di  GOR PANCASILA sanggau kalimantan barat



Read more...

Sukseskan Pilkada Tanpa Hoax dan Hindari Jeratan UU ITE

0 komentar
Menjelang pilkada serentak 2018, Mabes Polri ingin mengingatkan kepada para pengguna media sosial (medsos) untuk tidak menyebarkan informasi tanpa fakta (hoax) menjelang pemilihan kepala daerah serentak pada tahun politik 2018.
“Jadi memang fenomena sekarang medsos menjadi satu alat untuk mencapai tujuan bermacam-macam,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal di Jakarta, Kamis (28/12).
Iqbal, mengatakan kepolisian diberi amanat menjaga, mengawasi, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia juga menambahkan, Mabes Polri juga terus memperkuat struktur kelembagaan seperti Biro Multimedia Divisi Humas dan Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), untuk serius menangani penyebaran informasi hoax.
Pengawasan terhadap penyebaran hoax di media sosial ini, dilakukan karena masyarakat dengan mudah terpancing dengan banyaknya informasi tanpa fakta di medsos. “Sebaiknya, para bakal calon kepala daerah maupun legislator bersaing secara fair, santun dan tidak menghalalkan segala cara atau menghasut masyarakat.” ujar Mantan Kapolrestabes Surabaya, Jawa Timur itu.
Mabes Polri pun akan menandatangani nota kesepahaman dengan penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Seperti diketahui, dari beberapa pengguna medsos tidak selalu memverifikasi tentang berita yang diterimanya. Hal ini, banyak digunakan oleh para penyebar hoax untuk meraih rating tinggi, dengan menulis judul bombastis, berita bohong, atau konten yang asal agar disebarkan di media sosial.
Read more...

Hati-Hati Provokasi Melalui Video Editan

0 komentar

Hati-Hati Provokasi Melalui Video Editan 


Oleh: Sulaiman Haikal
Aktivis Rumah Gerakan 98
HP : 0812806xxxx


Pidato Kapolri soal maraknya ormas keagamaan tidak perlu menjadi polemik dan konsumsi publik ditahun politik dan mendekati pilkada serentak 2018. Maksud dan tujuan dari pidato tersebut bukan semata-mata meniadakan ormas lain selain NU dan Muhammadiyah tapi lebih melihat bahwa sebagai ormas keagamaan dalam Islam yang sudah lama berdiri. Terkait kelompok dan ormas lainnya yang bersifat sama dan baru berdiri bisa melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan ormas NU dan Muhammadiyah. Durasi video 26 menit disampaikan oleh Jenderal (Pol) Tito Karnavian pada februari 2017 saat memberi sambutan di pondok pesantren milik Ma'ruf di Serang, Banten. Namun video tersebut diedit menjadi 2 menit oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan disebarkan ke publik.

Kepolisian sendiri juga memiliki kepentingan untuk membangun hubungan baik dengan ormas mana pun diluar NU dan Muhammadiyah sepanjang satu visi dan misi menegakkan Pancasila dan NKRI. Editan video 2 menit sengaja dilakukan oleh pihak tertentu untuk mengganggu situasi kebangsaan dan memanaskan keadaan disaat akan dilaksanakannya hajat pilkada 2018 serentak yang akan berlangsung, karena itu masyarakat harus hati-hati mencermati dan mencerna dari video 2 menit tersebut yang tentunya mengakibatkan beberapa pihak tidak berkenan.

Menyikapi pidato Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian yang berdurasi 26 menit dan diedit oleh pihak yang tidak bertanggungjawab (Provokator) menjadi 2 menit, Rumah Gerakan 98 menyampaikan beberapa hal:

1. Kapolri Tito Karnavian tidak bermaksud mendiskreditkan  ormas Islam lainnya diluar NU dan Muhammadiyah. Justru Rumah Gerakan 98 melihat Kapolri ingin membangun kerjasama yg erat dgn semua ormas Islam demi menjaga keutuhan NKRI yg berBhineka Tunggal Ika dalam bingkai Pancasil

2. Rumah Gerakan 98 memberikan apresiasi yg dalam dan mendukung penuh kinerja Kepolisian dibawah kepemimpinan Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Sebarkan...!!!
Read more...